Kamis, 08 Januari 2015

KENAPA BUDIDAYA LELE BISA RUGI DIMANA MANA???

Bagaimana dengan hasil petani pembesaran di sekitar anda…….
Diberbagai  wilayah  banyak  yang bilang rugi dan rugi….banyak usaha lele yang gulung tikar…kenapa bisa terjadi…..
Harga lele per bulan januari 2015 ini berkisar antara 12.500 s/d 14.000
Kenapa bisa rugi…..
Kita lihat rata rata petani  tradisional tebar 2000 ekor per kolam….
Padahal diluar petani jarang pake full pelet pabrikan….biasanya di campur dengan pakan alternatif keong…..
Kita bisa kira kira kan petani tradisional ini memakai pelet 60 kg ditambah keong 20 kg….
Harga pakan 285.000 / sak(per daerah selisih beda dikit)….jadi pakan habis  570.000.benih anggap harga 180/ekor jd uang  untuk  benih 360.000…keong pastilah gratis…nyari disawah dan  empang pasti banyak….total pengeluaran adalah  930.000 ini belum listrik air dan tenaga kerja… KENAPA BISA RUGI????????

Ayo kita hitung dan analisa sederhana

Andai dengan tebar 2000 target  yang didapat adalah 200 kg (ini bila pakai pakan pellet murni )  kg lele terjual….uang yang didapat  2.800.000….
Nah harusnya kan tidak rugi…..malah untung banyak 1.870.000….benarkan…..kenapa bisa gulung tikar….
Kalau itu rugi kita bisa  hitung  berapa dapatnya….
Pengeluaran 930.000 berarti penjualan dibawa itu…kita ambil aja harga 14.000 maka 930.000 / 14.000 = 66 kg ( dibulatkan)…kalau itu rugi berrti hasilnya dibawah 66 kg dong …kenapa bisa begitu…banyak orang bilang itu ada yang maling atau masuk ke lumpur/ke tanah… padahal itu adalah wajar…dan sangat wajar sekali
Wajar karena  pakan pelet minim memancing lele makan sesama(kanibal) ditambah lagi ada pakan daging daging an(keong) yang membuat lele terbiasa dengan aroma daging sehingga bila ada lele yang terluka sedikit saja itu akan memancing lele yang sehat untuk menyerang dan memangsanya beramai ramai….ingat lele punya sungut yang berfungsi membaui makanan.ikan atau biota air yang mempunyai sungut/antenna/antenula  pasti tidak bisa melihat hanya memakai sungut untu membaui makanannya…ini yang tidak diketahui orang banyak…sehingga banyak orang bilang ke pembudidaya leleku di kasih keong daging atau ayam tiren lelenya cepat besar….ya iyalah cepat besar selain daging daging itu malamnyaa ada tambahan daging dari lele lainnya(pasti petani kasih pakan hanya pagi dan sore malam puasa padahal lele aktif malam hari)
Dan pergerakan lele yang muncul dipermukaan adalah yang besar besar yang kecil masih di bawah…ini yang dilihat orang ketika kasih pakan tiren terlihat ikan besar2 dan langsung dibuat kesimpulan..
Oleh karena itulah kenapa pas panen dapatnya sedikit yang kecil masih ada…dan banyak yang hilang…..
Dan ujung ujungnya rugi rugi dan rugi yang akhirnya gulung terpal.
Padahal bila memakai full pakan pabrikan keuntungan masih bisa di dapat minimal 30% maksimal 60 % dari operasionalnya..tetapi banyak orang yang tidak mau memakai pakan pellet semuanya karena harga pakan tinggi.mereka cenderung melihat harga pakan yang tinggi dan berpikir bakal rugi.padahal dimana mana usaha lele yang masih berdiri adalah yang memakai pakan full pellet pabrikan.hanya sebagian besar belum tahu cara menggunakannya.

Pakan pabrikan harga per kg berkisar 9800 / kg sedangkan harga jual lele masih 14.000 berrti ada selisih  4.200 per kg…bila tebar 2000 ekor  dengan hasil 200 kg bisa di dapat untung  840.000 dikurangi benih  360.000 jadi masih dapat  480.000 .padahal hasil ini memakai pakan pbrikan dengan cara budidaya asal asalan pakan 2 x yang penting gak irit pakan… di budidaya modern sistem ini “fcr”nya masih 1…
Disystem yang penulis tulis di modul ini bisa membuat “fcr”  menjadi 0,7 sampai 0,8 yang membuat keuntungan akan bertambah banyak……tentu saja bila orang itu disiplin dan mengikuti semua system yang penulis tulis dan tidak bermain sendiri dengan mencampur dengan system lain.contoh : di system yang saya tulis ada pakan per hari min 5 x…dari mulai subuh sampai jam 12 malam..dan juga harus rajin menulis semua pakan ,kejadian hujan atau warna air ,gantii airnya  di blangko monitoring yang disertakan di modul……

Kita hitung bila FCR 0,8 saja..pakan harga 9800 akan menjadi 7840…Untung Per Kg Yang Didapat 14.000 – 7840 = 6.160 bila hasil 200 kg maka untung nya =  1.232.000  dikurangi benih 360.000 menjadi  = 872.000….selisih 392.000 dengan selisih 0,2 FCRnya….bagaimana bila kolamnya banyak 20 kolam dengan panen 3 kolam per bulan….bagaimana bila tebarnya 4000 per kolam atau 6000 per kolam ……Lumayan bila tahu caranya…

System budidaya saya adalah system yang saya temukan sendiri  ketika bekerja di perusahaan swasta di sector pembenihan dan pembesaran ikan lele.pemiliknya (big bos kami) mendatangkan ahli ahli lele dari jawabarat,jawa timur jogyakarta,expatrist dari belanda dan jerman(dah habis ratusan juta rupiah untuk mendidik kami)…semua saya rangkum dan akhirnya menemukan system/teknik budidaya ini yang saya sederhanakan yang bisa digunakan oleh semua lapisan masyarakat tanpa menggunakan alat alat penunjang modrn lagi.

Modul yang saya tulis ‘HANYA’ UNTUK YANG PERNAH GAGAL DI BUDIDAYA LELE.yang masih pemula di harapkan jangan kontak atau memesan karena harganya terlalu mahal buat yang pemula  tapi harga tidak akan berarti bagi yang pernah gagal di budidaya lele…karena kerugian yang pernah didapat pasti lebih besar daripada harga modul ini…Untuk pemula bisa beli buku buku lele lainnya yang harganya jauh lebih murah di toko toko  buku paling harga sekitar 20.000 mpe 60.000.nanti bila ada kendala atau hasil kurang memuaskan baru hubungi  saya /penulis lagi.

HARGA MODUL PENULIS ADALAH 250.000 (SUDAH ONGKOS KIRIM)
SEMUA REKAN REKAN YANG SUDAH MEMESAN DAN MEMBELI MODUL INI DIBERIKAN KONSULTASI LANGSUNG MELALUI SMS ,PHONE DAN EMAIL UNTUK PENGIRIMAN FOTO FOTO KOLAM DAN ATAU GAMBAR GAMBAR….
BILA BERMINAT BISA HUBUNGI PENULIS DI NO TELEPON :  085229772710  ATAU EMAIL : dwiavianto1998@gmail.com 
Cara pemesanan mentransfer  harga modul/buku  ke rekning BANK BNI ( no rekening bisa ditanyakan via SMS ke nomor diatas ).pengiriman lewat jalur POS Indonesia….Tidak lewat tiki atau JNE karena sering hilang dan tidak sampai dan harus kirim ulang..

SILAHKAN BACA BACA JUGA ARTIKEL ARTIKEL  LAIN DI BLOG INI…….



Rabu, 03 November 2010

RAHASIA KEGAGALAN BUDIDAYA IKAN LELE

PENDAHULUAN


Dalam beberapa waktu belakangan ini banyak sekali masyarakat kita yang mencoba berbudidaya ikan lele baik di pembesaran maupun pembenihannya.Kebanyakan yang dipilih adalah pembesaran yang “katanya” lebih gampang. Faktor yang melatar belakangi budidaya di masyarakat kita adalah :
1. Kesulitan ekonomi masyarakat secara global
2. Mendapat informasi dari teman atau keluarga yang telah berkecimpung di budidaya lele
3. Tertarik dengan banyaknya buku buku tentang budidaya ikan lele
4. Adanya lahan kosong yang bisa bermanfaat bila dikembangkan
Pada kenyataannya setelah beberapa waktu berbudidaya ternyata banyak sekali yang menemui kegagalan.Beberapa kejadian yang sering terjadi dalam budidaya ikan lele adalah:
1. Banyak ikan lele yang hilang/sakit
2. Hasil atau tonase jauh dari harapan
3. Banyaknya kerugian yang dialami
Kalau dilihat dari harga di pasaran jelas sangat menggiurkan.1 kg ikan lele bisa sampai Rp 15.000.00. Inilah yang banyak budidayawan terjebak ingin mencoba budidaya ikan lele.padahal budidaya ikan lele bukan coba coba. Harga yang melambung tinggi harusnya bisa disimpulkan kalau budidaya ikan lele tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Karena hal hal tersebut saya ingin meluruskan dan mencoba membantu masyarakat lewat tulisan yang mungkin secara tampilan tidak terlalu bagus tapi isi dari tulisan ini insyaAllah bisa bermanfaat bagi masyarakt pada umumnya dan pembudidaya ikan lele pada khususnya.
Didalam tulisan ini insya Allah akan dikupas lebih lanjut beberapa faktor yang menjadi kendala bagi budidaya ikan lele. Dan bila ada yang berminat dan serius menekuni budidaya ini bisa menghubungi penulis.


FAKTOR YANG MELATAR BELAKANGI BERBUDIDAYA IKAN LELE


Budidaya ikan lele sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat pulau jawa pada khususnya. Harga benih maupun ikan lele konsumsi melambung tinggi. Inilah yang menggiurkan sebagian orang untuk berkecimpung dalam usaha budidaya ikan lele. Ada yang mempunyai modal tinggi maupun modal yang pas pas an mencoba peruntungan.Sayang sekali tekad yang dipunyai tidak disertai dengan pengetahuan tentang program budi daya lele dengan benar. Mereka hanya tahu setengah setengah.entah dari buku atau orang orang yang “katanya”sudah pernah berkecimpung dalam usaha itu awalau kebenarannya diragukan. Akhirnya budidaya yang dilakukan sekedar pekerjaan yang hanya membuang tenaga dan uang saja.

Faktor yang membuat masyarakat ingin berbudidaya adalah :
1. KESULITAN EKONOMI MASYARAKAT SECARA GLOBAL
Pada masa sekarang ini tidak dapat dipungkiri ekonomi kita terpuruk. Harga barang pokok melonjak drastis. Pendapatan sebulan yang dulu bisa untuk keperluan lain lain sekarang untuk beli lauk telur pun susah apalagi daging. Hal inilah yang memicu sesorang untuk mendapatkan hasil sampingan selain penghasilan pokok. Salah satu yang bisa diandalkan adalah budidaya ikan lele. Walaupun sampai sekarang jarang yang berhasil.Hal inilah yang menyebabkan harga ikan lele melambung tinggi. Barang langka di pasar maka harga barang akan naik dan permintaan meningkat.
2. MENDAPAT INFORMASI DARI TEMAN ATAU KELUARGA YANG TELAH BERKECIMPUNG DI BUDIDAYA LELE
Kalau dihitung banyak masyarakat kita yang sudah berkecimpung diusaha budidaya ikan lele. Sebanyak 80% menggunakan sistem tradisional dan hanya 20 % yang menggunakan sistem semi intensif dan intensif. Bagi orang awam gagal atau tidaknya budidaya yang tahu hanya pelaksananya saja. Masyarakat akan memandang bila ada lele yang banyak sekali dikolam berarti untung.Padahal belum tentu.Dan bila ada yang bertanya tentang hasil panen itu pasti jawabnya “ UNTUNG”. Kenapa jawabnya seperti itu padahal bila yang melihat orang budidaya pasti RUGI. Jawabnya: MALU. Inilah yang sering dipakai dimasyarakat kita.kita percaya omongan orang tanpa tahu kebenarannya.Setelah mengikuti teman kita baru kita tahu bahwa benar budidaya itu susah sah gampang. Budaya IKUT IKUT an inilah yang menjadikan banyak budidaya mengalami kegagalan.
3. Tertarik dengan banyaknya buku buku tentang budidaya ikan lele
Bila kita berkunjung ke toko buku baik yang besar maupun kecil banyak sekali dijual buku buku tentang budidaya ikan lele. Bagi masyarakat yang masih awam dari buku inilah mereka dapat ilmu tentang program budidaya ikan lele. Tapi patut disayangkan banyak buku buku itu justru menjerumuskan masyarakat yang baru pertama kali berkecimpung dalam budidaya ikan lele. Terutama pada bagian analisa usaha serta proses budidaya itu sendiri. Terkesan program yang ditawarkan terlalu muluk muluk. Keuntungan yang sangat besar hampir tidak ada resiko. Tetapi kenyataannya banyak yang mengalami kegagalan. Dalam tulisan ini penulis akan mengupas hal hal yang harusnya ada dalam budidaya
4. Adanya lahan kosong yang bisa bermanfaat bila dikembangkan
Di pedesaan banyak sekali tanah dan lahan kosong yang tidak produktif.Hal ini dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk membuat kolam ikan.Sayang sekali kolam yang digunakan masih tradisional yaitu dengan cara membuat lubang atau kubangan sehingga bisa menjadi kolam ikan.Padahal ini sangat tidak efektif untuk budidaya ikan lele.Mengapa? Jawabanya ada dalam tulisan ini.

BEBERAPA PARADIGMA YANG KELIRU TENTANG BERBUDIDAYA

1. BENIH IKAN
Banyak dari teman teman budidaya kita meremehkan tentang benih ikan lele yang akan di tebar. Kita kadang “sembarangan” dalam hal memilih dan membeli benih ikan lele.
Mereka menyediakan bibit lele dari 2 kondisi yaitu dari pembenihan dengan kolam tanah dan tanpa tanah.Banyak yang melakukan pembesaran ikan lele di kolam terpal atau tembok yang tanpa tanah tapi bibit yang digunakan bibit lele dari kolam tanah. Padahal hal ini salah karena terdapat 2 kondisi yang berbeda.yaitu dari kondisi yang baik ke kondisi yang lebih ekstrem. Hasilnya pertumbuhan lambat,banyak yang kena penyakit dan bermuara pada hasil panen yang merosot tidak sesuai dengan keinginan.
Untuk mengetahui mengapa bisa seperti itu dan bagaimana cara mengatasinya dapat menghubungi penulis.

2. PAKAN
Banyak pembudidaya dalam mengelola pembesaran ikan lele menggunakan program pakan sesukanya dengan menghiraukan prosedur yang ada. Ada yang menggunakan pakan pelet standar tapi hanya sebagian atau malah kurang dari 50%. Mereka menambahkan pakan dengan daging,kerang,ayam mati,tikus mati dan beberapa daging yang tidak terpakai untuk porsi pakan ikan lele. Sepintas kalau dilihat memang ekonomis dari biaya pakan yang cukup mahal. Tetapi sebenarnya hal tersebut jusru akan merugikan petani budidaya. Boleh di cek yang menggunakan pakan tambahan tersebut diatas pasti mengalami kerugian total.Hasil panen menurun drastis misalnya harusnya menghasilkan 200 kg yang ada hanya 20 – 40 kg dengan tambahan adanya ikan lele berukuran super besar 3 – 5 ekor..Benar atau tidak?Setelah itu petani budidaya akan bingung kenapa bisa terjadi.padahal sudah diberi pakan tambahan yang kalau dilihat “Lebih bergizi dan berprotein”(Menurut perasaan).
Disini penulis ada jawabannya dan cara mengatasinya.bila berminatdapat menghubungi penulis untuk mendapatkan jawaban dan cara mengatasinya.
3. JUMLAH TEBAR
Untuk jumlah tebar sebagian besar petani budidaya ikan lele jarang yang menghitung berapa jumlah yang sesuai dengan kolam yang dipunyai. Tidak jarang untuk kolam denga luas 3 x 5 meter di beri bibit ikan lele lebih dari 10.000 ekor. Hasilnya banyak ikan yang tidak tumbuh. Muncul pertanyaan “ kok gak besar besar lele yang dipelihara.”. dan setelah dipanen lagi lagi hasil panen mengecewakan.selain tonase kurang dari yang diharapkan ikan yang dihasilkan kurus kurus dan tidak disukai pasar.Apa yang terjadi..
Lewat modul yang disusun oleh penulis akan didapat jawabannya dan dapat diketahui cara mengatasinya. Tertarik? Anda dapat menghubungi penulis.
4. KOLAM
Pemilihan kolam yang dipakai untuk budidaya kadang terlihat sepele.padahal itu menentukan keberhasilan dan kelangsungan budidaya lele itu sendiri. Banyak petani budidaya yang gulung tikar atau rugi terus menerus karena salah memilih bentuk kolam.Ada beberapa jenis kolam yang digunakan dalam budidaya ikan lele dari kolam beton/tembok,kolam tanah,kolam terpal atau perpaduan dua kolam tersebut.
Masing masing mempunyai kelebihan dan kelemahan masing masing..tetapi ada satu yang lebih ekonomis,efektif dan efisien..dan kolam itu adalah kolam terpal dengan desain tertentu.mengapa desain tertentu.karena ada beberapa keunggulan kolam itu dibanding kolam lain.salah satunya bisa menghemat biaya operasional dan praktis.ada kelebihan lain. Kelihatan sederhana tapi bisa dibuktikan keefektifan dan keefisiennya
Anda bisa dapatkan model kolam itu dengan menghubungi penulis untuk mendapatkan modul yang akan mengupas segala persoalan budidaya itu.
5. AREAL KOLAM
Yang dimaksud dengan areal kolam adalah tanah atau lahan yang akan digunakan untuk budidaya ikan lele.Kadang kita menggunakan areal luas yang seharusnya bisa menghasilkan 8 juta – 10 juta rupiah tetapi banyak yang hanya mendapatkan untung ratusan ribu bahkan merugi yang akhirnya terbengkalai menjadi lahan yang tidak efektif.
Didalam tulisan atau modul yang disusun penulis anda akan dapatkan cara memanfaatkan lahan seoptimal mungkin.

6. HILANG ATAU BERKURANGNYA IKAN LELE
Ada anggapan sebagian teman teman budidaya kita hilang atau berkurangnya ikan lele yang dibudidayakan karena akibat masuknya ikan kelumpur atau ada yang memancing.padahal anggapan itu belum tentu benar karena hilangnya ikan lele atau berkurangnya hasil itu murni disebabkan kesalahan prosedur budidaya.
Semua dikupas dalam tulisan di modul yang disusun oleh penulis.

HARAPAN PENULIS
Dengan disusunnya modul yang bisa dipesan diharapkan dapat :
1. Membantu pem budidaya ikan lele yang selama ini selalu rugi dalam budidaya ikan lele. Dan tidak terjerumus oleh buku buku yang hanya memberikan harapan setinggi langit tetapi tidak sesuai fakta.
2. Meningkatkan atau menambah penghasilan masyrakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat jawa tengah pada khususnya.
3. Banyak lahan kosong yang dapat digunakan untuk menghasilkan uang untuk meningkatkan kesejahteraan.
4. Membantu program pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

- JANGAN MELIHAT BENTUK BUKU ATAU MODUL DAN UANG YANG DIKELUARKAN,TETAPI LIHATLAH ISI DARI BUKU ITU YANG SEHARGA JUTA AN RUPIAH
- UNTUK MENDAPATKAN PENGHASILAN DAN PENDAPATAN YANG MELIMPAH SESEORANG HARUS BEKERJA KERAS DAN MEMERLUKAN MODAL.( BOHONG BILA TANPA MODAL,BEKERJA KERAS BISA MENDAPATKAN HASIL YANG MELIMPAH)


UNTUK MENDAPATKAN MODUL PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA IKAN LELE DAPAT MEMESAN PADA PENULIS DENGAN MENGHUBUNGI DI:

DWI AVIANTO
NO.HP : 085229772710
EMAIL : dwiavianto1998@gmail.com

Dengan memesan modul seharga Rp 250.000,00 (sudah  termasuk ongkos kirim)
BILA ANDA MERASA HARGA MODUL TERLALU MAHAL SILAHKAN CARI BUKU YANG LEBIH MURAH YANG HASIL NYA BELUM TENTU BISA DI HARAPKAN.
BUKU HANYALAH KUMPULAN KERTAS YANG HARGANYA MURAH DAN TERJANGKAU.
TETAPI TEKNOLOGI HAMPIR TIDAK BISA DIBELI DENGAN HARGA YANG MURAH.
HASILNYA BISA DIBANDINGKAN!!!!!.

Untuk yang ragu ragu disarankan untuk tidak usah memesan dan silahkan mencari penghasilan yang lain.
Hanya untuk yang berpikiran maju dan ingin berkembang

Jumat, 01 Januari 2010

PENDAHULUAN

Dalam beberapa waktu belakangan ini banyak sekali masyarakat kita yang mencoba berbudidaya ikan lele baik di pembesaran maupun pembenihannya.Kebanyakan yang dipilih adalah pembesaran yang “katanya” lebih gampang. Faktor yang melatar belakangi budidaya di masyarakat kita adalah :

  1. Kesulitan ekonomi masyarakat secara global
  2. Mendapat informasi dari teman atau keluarga yang telah berkecimpung di budidaya lele
  3. Tertarik dengan banyaknya buku buku tentang budidaya ikan lele
  4. Adanya lahan kosong yang bisa bermanfaat bila dikembangkan

Pada kenyataannya setelah beberapa waktu berbudidaya ternyata banyak sekali yang menemui kegagalan.Beberapa kejadian yang sering terjadi dalam budidaya ikan lele adalah:

  1. Banyak ikan lele yang hilang/sakit
  2. Hasil atau tonase jauh dari harapan
  3. Banyaknya kerugian yang dialami

Kalau dilihat dari harga di pasaran jelas sangat menggiurkan.1 kg ikan lele bisa sampai Rp 15.000.00. Inilah yang banyak budidayawan terjebak ingin mencoba budidaya ikan lele.padahal budidaya ikan lele bukan coba coba. Harga yang melambung tinggi harusnya bisa disimpulkan kalau budidaya ikan lele tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Karena hal hal tersebut saya ingin meluruskan dan mencoba membantu masyarakat lewat tulisan yang mungkin secara tampilan tidak terlalu bagus tapi isi dari tulisan ini insyaAllah bisa bermanfaat bagi masyarakt pada umumnya dan pembudidaya ikan lele pada khususnya.

Didalam tulisan ini insya Allah akan dikupas lebih lanjut beberapa faktor yang menjadi kendala bagi budidaya ikan lele. Dan bila ada yang berminat dan serius menekuni budidaya ini bisa menghubungi penulis.



FAKTOR YANG MELATAR BELAKANGI BERBUDIDAYA IKAN LELE

Budidaya ikan lele sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat pulau jawa pada khususnya. Harga benih maupun ikan lele konsumsi melambung tinggi. Inilah yang menggiurkan sebagian orang untuk berkecimpung dalam usaha budidaya ikan lele. Ada yang mempunyai modal tinggi maupun modal yang pas pas an mencoba peruntungan.Sayang sekali tekad yang dipunyai tidak disertai dengan pengetahuan tentang program budi daya lele dengan benar. Mereka hanya tahu setengah setengah.entah dari buku atau orang orang yang “katanya”sudah pernah berkecimpung dalam usaha itu awalau kebenarannya diragukan. Akhirnya budidaya yang dilakukan sekedar pekerjaan yang hanya membuang tenaga dan uang saja.

Faktor yang membuat masyarakat ingin berbudidaya adalah :

1. KESULITAN EKONOMI MASYARAKAT SECARA GLOBAL

Pada masa sekarang ini tidak dapat dipungkiri ekonomi kita terpuruk. Harga barang pokok melonjak drastis. Pendapatan sebulan yang dulu bisa untuk keperluan lain lain sekarang untuk beli lauk telur pun susah apalagi daging. Hal inilah yang memicu sesorang untuk mendapatkan hasil sampingan selain penghasilan pokok. Salah satu yang bisa diandalkan adalah budidaya ikan lele. Walaupun sampai sekarang jarang yang berhasil.Hal inilah yang menyebabkan harga ikan lele melambung tinggi. Barang langka di pasar maka harga barang akan naik dan permintaan meningkat.

2. MENDAPAT INFORMASI DARI TEMAN ATAU KELUARGA YANG TELAH BERKECIMPUNG DI BUDIDAYA LELE

Kalau dihitung banyak masyarakat kita yang sudah berkecimpung diusaha budidaya ikan lele. Sebanyak 80% menggunakan sistem tradisional dan hanya 20 % yang menggunakan sistem semi intensif dan intensif. Bagi orang awam gagal atau tidaknya budidaya yang tahu hanya pelaksananya saja. Masyarakat akan memandang bila ada lele yang banyak sekali dikolam berarti untung.Padahal belum tentu.Dan bila ada yang bertanya tentang hasil panen itu pasti jawabnya “ UNTUNG”. Kenapa jawabnya seperti itu padahal bila yang melihat orang budidaya pasti RUGI. Jawabnya: MALU. Inilah yang sering dipakai dimasyarakat kita.kita percaya omongan orang tanpa tahu kebenarannya.Setelah mengikuti teman kita baru kita tahu bahwa benar budidaya itu susah sah gampang. Budaya IKUT IKUT an inilah yang menjadikan banyak budidaya mengalami kegagalan.

3. Tertarik dengan banyaknya buku buku tentang budidaya ikan lele

Bila kita berkunjung ke toko buku baik yang besar maupun kecil banyak sekali dijual buku buku tentang budidaya ikan lele. Bagi masyarakat yang masih awam dari buku inilah mereka dapat ilmu tentang program budidaya ikan lele. Tapi patut disayangkan banyak buku buku itu justru menjerumuskan masyarakat yang baru pertama kali berkecimpung dalam budidaya ikan lele. Terutama pada bagian analisa usaha serta proses budidaya itu sendiri. Terkesan program yang ditawarkan terlalu muluk muluk. Keuntungan yang sangat besar hampir tidak ada resiko. Tetapi kenyataannya banyak yang mengalami kegagalan. Dalam tulisan ini penulis akan mengupas hal hal yang harusnya ada dalam budidaya

4. Adanya lahan kosong yang bisa bermanfaat bila dikembangkan

Di pedesaan banyak sekali tanah dan lahan kosong yang tidak produktif.Hal ini dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk membuat kolam ikan.Sayang sekali kolam yang digunakan masih tradisional yaitu dengan cara membuat lubang atau kubangan sehingga bisa menjadi kolam ikan.Padahal ini sangat tidak efektif untuk budidaya ikan lele.Mengapa? Jawabanya ada dalam tulisan

BEBERAPA PARADIGMA YANG KELIRU TENTANG BERBUDIDAYA

1. BENIH IKAN

Banyak dari teman teman budidaya kita meremehkan tentang benih ikan lele yang akan di tebar. Kita kadang “sembarangan” dalam hal memilih dan membeli benih ikan lele.

Mereka menyediakan bibit lele dari 2 kondisi yaitu dari pembenihan dengan kolam tanah dan tanpa tanah.Banyak yang melakukan pembesaran ikan lele di kolam terpal atau tembok yang tanpa tanah tapi bibit yang digunakan bibit lele dari kolam tanah. Padahal hal ini salah karena terdapat 2 kondisi yang berbeda.yaitu dari kondisi yang baik ke kondisi yang lebih ekstrem. Hasilnya pertumbuhan lambat,banyak yang kena penyakit dan bermuara pada hasil panen yang merosot tidak sesuai dengan keinginan.

Untuk mengetahui mengapa bisa seperti itu dan bagaimana cara mengatasinya dapat menghubungi penulis.

2. PAKAN

Banyak pembudidaya dalam mengelola pembesaran ikan lele menggunakan program pakan sesukanya dengan menghiraukan prosedur yang ada. Ada yang menggunakan pakan pelet standar tapi hanya sebagian atau malah kurang dari 50%. Mereka menambahkan pakan dengan daging,kerang,ayam mati,tikus mati dan beberapa daging yang tidak terpakai untuk porsi pakan ikan lele. Sepintas kalau dilihat memang ekonomis dari biaya pakan yang cukup mahal. Tetapi sebenarnya hal tersebut jusru akan merugikan petani budidaya. Boleh di cek yang menggunakan pakan tambahan tersebut diatas pasti mengalami kerugian total.Hasil panen menurun drastis misalnya harusnya menghasilkan 200 kg yang ada hanya 20 – 40 kg dengan tambahan adanya ikan lele berukuran super besar 3 – 5 ekor..Benar atau tidak?Setelah itu petani budidaya akan bingung kenapa bisa terjadi.padahal sudah diberi pakan tambahan yang kalau dilihat “Lebih bergizi dan berprotein”(Menurut perasaan).

Disini penulis ada jawabannya dan cara mengatasinya.bila berminatdapat menghubungi penulis untuk mendapatkan jawaban dan cara mengatasinya.

3. JUMLAH TEBAR

Untuk jumlah tebar sebagian besar petani budidaya ikan lele jarang yang menghitung berapa jumlah yang sesuai dengan kolam yang dipunyai. Tidak jarang untuk kolam denga luas 3 x 5 meter di beri bibit ikan lele lebih dari 10.000 ekor. Hasilnya banyak ikan yang tidak tumbuh. Muncul pertanyaan “ kok gak besar besar lele yang dipelihara.”. dan setelah dipanen lagi lagi hasil panen mengecewakan.selain tonase kurang dari yang diharapkan ikan yang dihasilkan kurus kurus dan tidak disukai pasar.Apa yang terjadi..

Lewat modul yang disusun oleh penulis akan didapat jawabannya dan dapat diketahui cara mengatasinya. Tertarik? Anda dapat menghubungi penulis.

4. KOLAM

Pemilihan kolam yang dipakai untuk budidaya kadang terlihat sepele.padahal itu menentukan keberhasilan dan kelangsungan budidaya lele itu sendiri. Banyak petani budidaya yang gulung tikar atau rugi terus menerus karena salah memilih bentuk kolam.Ada beberapa jenis kolam yang digunakan dalam budidaya ikan lele dari kolam beton/tembok,kolam tanah,kolam terpal atau perpaduan dua kolam tersebut.

Masing masing mempunyai kelebihan dan kelemahan masing masing..tetapi ada satu yang lebih ekonomis,efektif dan efisien..dan kolam itu adalah kolam terpal dengan desain tertentu.mengapa desain tertentu.karena ada beberapa keunggulan kolam itu dibanding kolam lain.salah satunya bisa menghemat biaya operasional dan praktis.ada kelebihan lain. Kelihatan sederhana tapi bisa dibuktikan keefektifan dan keefisiennya

Anda bisa dapatkan model kolam itu dengan menghubungi penulis untuk mendapatkan modul yang akan mengupas segala persoalan budidaya itu.

5. AREAL KOLAM

Yang dimaksud dengan areal kolam adalah tanah atau lahan yang akan digunakan untuk budidaya ikan lele.Kadang kita menggunakan areal luas yang seharusnya bisa menghasilkan 8 juta – 10 juta rupiah tetapi banyak yang hanya mendapatkan untung ratusan ribu bahkan merugi yang akhirnya terbengkalai menjadi lahan yang tidak efektif.

Didalam tulisan atau modul yang disusun penulis anda akan dapatkan cara memanfaatkan lahan seoptimal mungkin.

6. HILANG ATAU BERKURANGNYA IKAN LELE

Ada anggapan sebagian teman teman budidaya kita hilang atau berkurangnya ikan lele yang dibudidayakan karena akibat masuknya ikan kelumpur atau ada yang memancing.padahal anggapan itu belum tentu benar karena hilangnya ikan lele atau berkurangnya hasil itu murni disebabkan kesalahan prosedur budidaya.